Minggu, 13 April 2014

Beethoven "Love Story"


Where do I begin
To tell the story of how great a love can be
The sweet love story that is older than the sea
The simple truth about the love she brings to me
Where do I start
With her first hello
She gave new meaning to this empty world of mine
There'd never be another love, another time
She came into my life and made the living fine
She fills my heart
She fills my heart with very special things
With angels' songs , with wild imaginings
She fills my soul with so much love
That anywhere I go I'm never lonely
With her around, who could be lonely
I reach for her hand-it's always there
How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I'll need her till the stars all burn away
And she'll be there

Kamis, 27 Maret 2014

Nasehat itu : "IKHLAS"

suatu hari, kamu pun pasti akan menyusul papah..

jadi, jangan habiskan masa hidupmu dengan dendam
penerimaan-penerimaan yang kamu lakukan sekarang, itu hanyalah sebuah tumpukan perasaan yang kelak akan menjadi segudang dendam
belajarlah untuk benar-benar ikhlas menerima keadaan

~ ~ ~

Kaget, dan aku langsung bangun dari tidur. Untuk kesekian detik, aku ngerasa bayangan itu dan kejadian itu bener-bener terjadi. Untuk kesekian detik, aku sadar itu hanya bagian dari mimpi. dan untuk kesekian detik berikutnya,,,,  aku... nangis...

Entahlah.. selaluuu saja beliau tau betul apa yang bener-bener aku rasain. Sekalipun tanpa perlu aku cerita atau nunjukin ekspresi wajah sedih, bahagia, ataupun sakit. Katanya, semua sudah terlihat jelas dari mataku. Lalu, sekejap kemudian, beliau akan berbicara singkat tentang nasehat-nasehat kehidupan. 

Dan saat ini, bahkan disaat beliau sudah pergi pun, beliau sempat datang kedalam mimpi dan ngasih nasehat penting. Bedanya kali ini, ga ada lagi rangkulan hangat yang biasanya aku rasain selepas beliau berbicara.

Assalamu'alaikum papah
bagaimana kabarmu disana? semoga Allah selalu melapangkan dan menerangi setiap sudut tempat tinggalmu kini ya pah..
maap teramat sangat, karena belum sempat menjenguk dan merapikan tempat tinggal papah..

pah,
untuk semua yang terjadi setelah papah pergi, yang seringkali mengharuskan anakmu menguras air matanya, semoga tidak membuatmu resah disana.. 
tidak usah terlalu khawatir, anakmu ini "strong woman" papah. :)

untuk setiap hadirmu didalam mimpi, untuk setiap senyummu yang meneguhkan anakmu kembali, arigatou papah.. 
percayalah, guru terhebat yang selalu mengajari anakmu pantang menyerah tak lain adalah papah.. :)

pah,
nasehat papah 2 hari lalu yang hadir lewat mimpi, memang benar.. mungkin anakmu belum benar-benar bisa belajar tentang ikhlas.. tapi kalau itu yang papah nasehatkan, anakmu akan benar-benar berusaha untuk belajar tentang ikhlas, seperti nasehat-nasehatmu yang lain, yang akan selalu anakmu pelajari dan jalani..

tenang disana ya pah.. anakmu sekarang sudah sembuh dan tidak lagi menghawatirkan bayangan tentang semua alat medis yang menakutkan. juga sebentar lagi akan menyelesaikan studi dan mewujudkan keinginan terbesar papah yaitu melihat anaknya wisuda. :)

bahagia disana ya pah.. walau berat, anakmu akan mencoba bersikap baik pada dia yang telah membawa mamah dan anak terakhirmu pergi. tapi itu bukan janji, hanya sedikit usaha. dan papah ga bisa untuk memaksa anakmu merubah itu menjadi sebuah janji. karena walau bagaimana pun, porsi cinta untuk papah dihati anakmu tidak akan pernah berubah. titik.

sampai jumpa dipertemuan terbaik kita kelak ya pah..
sayaaaaaaanggg papah.. :)
love you so much..

Sabtu, 01 Maret 2014

Harmoni


Aku mengenal dikau
Tak cukup lama... separuh usiaku
Namun begitu banyak... pelajaran
Yang aku terima
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmoni
Segala kebaikan
Tak akan terhapus... oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa
Karna kupercaya
Kan berujung indah
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmoni

(padi, Harmoni)


Sabtu, 18 Januari 2014

Manusia Langit #1


            Apa yang selalu diperbuat oleh langit untuk bumi? Fikirku, mungkin sama halnya seperti apa yang selalu manusia-manusia langit lakukan untuk manusia bumi.
            Langit itu, kata mereka penuh dengan pesona. Bukan hanya saat fajar dan siang saja, tapi juga pada saat senja, bahkan malam. Tak pernah ianya luput dari pesona. Fikirku, mungkin seperti itu pula pesona yang ditampilkan oleh manusia-manusia langit untuk manusia-manusia bumi.
            Adakah yang tahu berapa jarak antara langit dengan bumi? Yang kutahu keduanya berjarak lima ratus tahun perjalanan onta. Fikirku, mungkin sejauh itu pula jarak antara manusia langit dan manusia bumi.

***


            Tempat-tempat dimana manusia langit sering singgah saat ini tampak begitu indah. Penuh dengan rimbunan pohon-pohon yang seringkali bergoyang tertiup angin. Satu hal yang seringkali terlihat paling menarik adalah air terjun yang terhembus ke udara. Tempat itu memang bukan tempat khusus bagi manusia-manusia langit, namun setauku banyak diantara mereka yang selalu singgah ketempat itu. Bahkan manusia-manusia bumi yang tidak punya kepekaan terhadap mereka (manusia langit), tidak akan pernah peduli dan tahu bahwa disekitarnya adalah manusia-manusia langit.
Pernah suatu ketika, aku bersandar pada pintu gerbangnya yang begitu megah. Menatap keindahan air terjun yang terbang tertiup angin dan menyemburkan molekul-molekul air ke wajahku. Perhatianku sekejap beralih pandang. Pada sosok berkain biru yang bayangnya muncul dibalik kemilau air terjun yang bermain memantulkan cahaya mentari senja. Meski tanpa hiasan kaca minus di mataku, tapi aku tahu pasti bahwa sosok berkain biru itu adalah Bintang.

***

Tempat singgah itu, bukan disana aku pertama kali mengenal manusia-manusia langit. Bahkan sejujurnya aku tidak pernah berfikir untuk mengenal manusia-manusia langit itu. Tapi ternyata takdir membawaku pada suatu hal yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Entah sudah dimulai sejak kapan hingga kini aku berada diantara manusia-manusia langit. Studiku, teman-temanku, tempat tinggalku hingga semua yang ada padaku bisa dikatakan selalu berhubungan dengan manusia-manusia langit.
Hal lain yang juga tak pernah kuduga sebelumnya adalah ternyata ada detak yang berbeda yang tersembunyi di jantungku. Detak yang selalu ada ketika salah satu dari manusia langit itu ada di sekitarku. Detak yang terasa seperti radar pelacak untuk satu manusia langit. Detak itu, hanya untuk satu. Satu itu adalah Bintang.
Ya... aku jatuh cinta pada Bintang.. si manusia langit.


~bersambung~