Kamis, 07 Agustus 2014

Happy Ied Happy Big Family

Happy Ied Mubarak..

Memang.. Selalu saja ada hal indah di moment Lebaran.. Meski terasa ada yang hilang, tapi paling ga tahun ini aku bisa Lebaran bareng ibu dan adekku.. dan juga,, with my BIG Family..
Entah, suka banget punya keluarga besar terutama dari ibu, rameee.. ^^
Apalagi kalo udah ada bocil-bocil.. kesempatan buat godain mereka sampe nangis..



Kenalin...

 Mul'S Family

ini si mbah +anak2nya (sayang lakinya kurang 2 orang, telat dateng.. hehe)


Kalo yang ini ceritanya traktiran gitu... hohoho



bersyukur bisa merasakan punya keluarga seperti kalian.. walau memang tidak sempurna, semoga kita selalu saling menyempurnakan.. *aseeeek

Luph u dek pokoknya..


Happy Ied, Happy big Family... ^^

Kamis, 19 Juni 2014

Aku lelah, Tuhan

Bahkan hingga detik sebelum dan sesudah aku menuliskan semua ini,,, aku masih akan tetap percaya bahwa tidak ada yang salah dalam takdir yang Kau tuliskan, Tuhan..
Pada detik sebelum aku menuliskan semua ini, aku lelah…
Untuk setiap kebaikan yang Kau  berikan, aku masih akan tetap yakin bahwa aku tetap baik-baik saja, Tuhan..
Kini disela rasaku yang baik-baik saja, aku lelah..
Aku tahu bahwa Kau jauh lebih mengetahui tentang diriku, Tuhan..
Sesaat, biarkanlah aku jujur pada diriku, aku lelah..
~~~
Kebahagiaan yang Kau beri pada mereka, Kau tahu aku tak pernah iri dengannya, Tuhan..
Kau tahu aku tidak pernah memaksamu untuk memberikan semuanya, Tuhan..
Kau tahu aku tidak pernah merasa tidak adil atas apa yang kau beri, Tuhan..
Sampai pada detik ini aku pun masih menyadari tidak ada yang salah dari takdir-Mu dan aku akan baik-baik saja, Tuhan..
Namun,  aku lelah.. aku lelah Tuhan..
Tak bisakah aku berkeluh meski singkat? aku lelah, Tuhan..
Tak bolehkah aku menangis? aku lelah, Tuhan..
~~~
Tidak Tuhan.. aku tidak akan meminta Kau membalik keadaanku..
Hanya saja kali ini aku benar-benar lelah, Tuhan..
Tak bisakah Kau memberiku kekuatan lagi, lagi dan lagi..?
Aku butuh…
Kekuatan-Mu…
Untukku..
Kemarin, saat ini, esok dan seterusnya…
~~~
Sudahlah, aku lelah, Tuhan..
Aku akan mencoba menikmati kelelahanku saat ini..
Akan kutunggu kekuatan-Mu untukku esok, Tuhan..

Dan aku, masih akan tetap percaya bahwa takdir-Mu tidak akan pernah salah dan aku akan baik-baik saja…

Senin, 21 April 2014

Selesai...




Al Munjiyat.

“Jiwa yang utuh adalah jiwa yang tak gampang runtuh. Jiwa yang hanya mengenal 1 kata jika menghadapi masalah, yaitu.. TEGAR..”

(Ustadz Syatori)

***

Catatan 3 tahun lalu, yang pada akhirnya menuntut aku untuk segera sadar.

(Sadar ya nak, sadar.. *tepok pipi kanan kiri)

Bahkan tidak ada satu kejadian pun dimuka bumi ini yang tidak luput dari izin Allah. Semuanya.. tak terkecuali, sudah diatur sedemikian rupa tanpa cela, sempurna.

Bagai sampah, limbah, dan kotoran yang dikirimkan sungai kepada laut, membuat laut punya peluang menghasilkan sesuatu yang sangat bernilai dalam hidup yaitu “Garam”.

Dan semoga, saat ini, Allah sedang mempersiapkan aku seperti laut  yang kelak akan menghasilkan sesuatu yang sangat berharga seperti “Garam”.

ketika orientasi tidak sekedar tentang harga diri.. tapi lebih kepada nilai diri..

“orang itu akan dikatakan bersyukur adalah ketika ia bersabar. Dan orang dikatakan bersabar adalah ketika ia bersyukur” (Al Ghozali).

Yakinlah pada Allah, maka semua,,


Selesai..

Minggu, 20 April 2014

Bisakah aku seindah dirimu, Abi?

Selalu bijak untuk menyikapi sebuah kehidupan.. Itulah yang aku kagumi darimu, Abi..

***

Aku pernah,,, disatu tahun menapaki masa kuliah, ada disuatu tempat yang sebut saja itu “Rumah Cahaya”.  Tidak lama, satu tahun bersama hikmah kehidupan yang mungkin cukup untuk beribu tahun. Itu yang aku dapat.

Abi.. sebutan khas penghuni “Rumah Cahaya” untuk beliau yang selalu berbagi hikmah pada setiap sudut kehidupan. Dan jikalau ada satu orang yang nasehatnya tidak bisa aku tolak, itu adalah Abi. Kalau Umi? Ah terkadang aku tidak cukup taat atas setiap nasehat Umi. Oh ya, perkenalkan,, Umi..  bidadari dunianya Abi.

Abi sangat paham, tentang bagaimana problem penghuni “Rumah Cahaya” yang mayoritas adalah manusia-manusia labil. Pernah suatu ketika, pada pelajarannya disuatu pagi, beliau mengajarkan satu kalimat doa.. lalu beliau berkata:
"adakah yang sanggup untuk mengamalkannya?”

Diam. Seluruh penghuni “Rumah Cahaya” terdiam.
***
Seandainya saat ini aku bisa berbicara lagi pada Abi. “Kenapa konsekuensi dari doa itu terlalu berat, Abi? ataukah memang seperti itu seharusnya?”

Aku sudah mengatakan, bahwa hanya nasehat Abi yang sama sekali tidak bisa aku tolak. Tahu kenapa? Karena nasehatnya tidak pernah terlepas dari impian nyata, Surga. Aku tahu, doa itu tidak lain adalah sebuah bukti nyata sejauh apa diri ini bisa ikhlas, bisa ridho terhadap apa yang Allah takdirkan.

Doa itu, aku yang ucapkan, Abi.  Dan Abi tahu, doa itu terkabul Bi. Walaupun entah aku tidak pernah tahu, doa siapa yang sesungguhnya dikabulkan Tuhan.

Abi, iyakah saat ini aku benar-benar sudah ikhlas? Tapi mengapa semua masih saja terasa,, ah sudahlah Bi, bahkan untuk berkata saja aku rasa sudah tidak perlu.

Aku tahu Abi. ikhlas itu tidak selamanya terbalut dalam lakon yang ringan. Aku tahu Abi, terkadang sesuatu yang berat, bisa saja menjadi amal ikhlas. Semua tergantung pada Tuhan untuk menilai. Bukan begitu Abi?

Semoga penilaian Allah padaku, adalah baik ya Abi.

Aku hanya bisa berdoa pada Tuhan, Bi..
“Semoga sesuatu yang ada padaku, yang begitu berat saat ini, bisa menjadi musim gugur untuk semua khilafku dan menghalalkanku untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik diantara yang terbaik.. Surga..”

Abi, bisakah suatu saat kelak aku menjadi seindah dirimu dalam menyikapi setiap kehidupan?


dhobit92.blogspot.com