Senin, 21 April 2014

Selesai...




Al Munjiyat.

“Jiwa yang utuh adalah jiwa yang tak gampang runtuh. Jiwa yang hanya mengenal 1 kata jika menghadapi masalah, yaitu.. TEGAR..”

(Ustadz Syatori)

***

Catatan 3 tahun lalu, yang pada akhirnya menuntut aku untuk segera sadar.

(Sadar ya nak, sadar.. *tepok pipi kanan kiri)

Bahkan tidak ada satu kejadian pun dimuka bumi ini yang tidak luput dari izin Allah. Semuanya.. tak terkecuali, sudah diatur sedemikian rupa tanpa cela, sempurna.

Bagai sampah, limbah, dan kotoran yang dikirimkan sungai kepada laut, membuat laut punya peluang menghasilkan sesuatu yang sangat bernilai dalam hidup yaitu “Garam”.

Dan semoga, saat ini, Allah sedang mempersiapkan aku seperti laut  yang kelak akan menghasilkan sesuatu yang sangat berharga seperti “Garam”.

ketika orientasi tidak sekedar tentang harga diri.. tapi lebih kepada nilai diri..

“orang itu akan dikatakan bersyukur adalah ketika ia bersabar. Dan orang dikatakan bersabar adalah ketika ia bersyukur” (Al Ghozali).

Yakinlah pada Allah, maka semua,,


Selesai..

Minggu, 20 April 2014

Bisakah aku seindah dirimu, Abi?

Selalu bijak untuk menyikapi sebuah kehidupan.. Itulah yang aku kagumi darimu, Abi..

***

Aku pernah,,, disatu tahun menapaki masa kuliah, ada disuatu tempat yang sebut saja itu “Rumah Cahaya”.  Tidak lama, satu tahun bersama hikmah kehidupan yang mungkin cukup untuk beribu tahun. Itu yang aku dapat.

Abi.. sebutan khas penghuni “Rumah Cahaya” untuk beliau yang selalu berbagi hikmah pada setiap sudut kehidupan. Dan jikalau ada satu orang yang nasehatnya tidak bisa aku tolak, itu adalah Abi. Kalau Umi? Ah terkadang aku tidak cukup taat atas setiap nasehat Umi. Oh ya, perkenalkan,, Umi..  bidadari dunianya Abi.

Abi sangat paham, tentang bagaimana problem penghuni “Rumah Cahaya” yang mayoritas adalah manusia-manusia labil. Pernah suatu ketika, pada pelajarannya disuatu pagi, beliau mengajarkan satu kalimat doa.. lalu beliau berkata:
"adakah yang sanggup untuk mengamalkannya?”

Diam. Seluruh penghuni “Rumah Cahaya” terdiam.
***
Seandainya saat ini aku bisa berbicara lagi pada Abi. “Kenapa konsekuensi dari doa itu terlalu berat, Abi? ataukah memang seperti itu seharusnya?”

Aku sudah mengatakan, bahwa hanya nasehat Abi yang sama sekali tidak bisa aku tolak. Tahu kenapa? Karena nasehatnya tidak pernah terlepas dari impian nyata, Surga. Aku tahu, doa itu tidak lain adalah sebuah bukti nyata sejauh apa diri ini bisa ikhlas, bisa ridho terhadap apa yang Allah takdirkan.

Doa itu, aku yang ucapkan, Abi.  Dan Abi tahu, doa itu terkabul Bi. Walaupun entah aku tidak pernah tahu, doa siapa yang sesungguhnya dikabulkan Tuhan.

Abi, iyakah saat ini aku benar-benar sudah ikhlas? Tapi mengapa semua masih saja terasa,, ah sudahlah Bi, bahkan untuk berkata saja aku rasa sudah tidak perlu.

Aku tahu Abi. ikhlas itu tidak selamanya terbalut dalam lakon yang ringan. Aku tahu Abi, terkadang sesuatu yang berat, bisa saja menjadi amal ikhlas. Semua tergantung pada Tuhan untuk menilai. Bukan begitu Abi?

Semoga penilaian Allah padaku, adalah baik ya Abi.

Aku hanya bisa berdoa pada Tuhan, Bi..
“Semoga sesuatu yang ada padaku, yang begitu berat saat ini, bisa menjadi musim gugur untuk semua khilafku dan menghalalkanku untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik diantara yang terbaik.. Surga..”

Abi, bisakah suatu saat kelak aku menjadi seindah dirimu dalam menyikapi setiap kehidupan?


dhobit92.blogspot.com



Minggu, 13 April 2014

Beethoven "Love Story"


Where do I begin
To tell the story of how great a love can be
The sweet love story that is older than the sea
The simple truth about the love she brings to me
Where do I start
With her first hello
She gave new meaning to this empty world of mine
There'd never be another love, another time
She came into my life and made the living fine
She fills my heart
She fills my heart with very special things
With angels' songs , with wild imaginings
She fills my soul with so much love
That anywhere I go I'm never lonely
With her around, who could be lonely
I reach for her hand-it's always there
How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I'll need her till the stars all burn away
And she'll be there

Kamis, 27 Maret 2014

Nasehat itu : "IKHLAS"

suatu hari, kamu pun pasti akan menyusul papah..

jadi, jangan habiskan masa hidupmu dengan dendam
penerimaan-penerimaan yang kamu lakukan sekarang, itu hanyalah sebuah tumpukan perasaan yang kelak akan menjadi segudang dendam
belajarlah untuk benar-benar ikhlas menerima keadaan

~ ~ ~

Kaget, dan aku langsung bangun dari tidur. Untuk kesekian detik, aku ngerasa bayangan itu dan kejadian itu bener-bener terjadi. Untuk kesekian detik, aku sadar itu hanya bagian dari mimpi. dan untuk kesekian detik berikutnya,,,,  aku... nangis...

Entahlah.. selaluuu saja beliau tau betul apa yang bener-bener aku rasain. Sekalipun tanpa perlu aku cerita atau nunjukin ekspresi wajah sedih, bahagia, ataupun sakit. Katanya, semua sudah terlihat jelas dari mataku. Lalu, sekejap kemudian, beliau akan berbicara singkat tentang nasehat-nasehat kehidupan. 

Dan saat ini, bahkan disaat beliau sudah pergi pun, beliau sempat datang kedalam mimpi dan ngasih nasehat penting. Bedanya kali ini, ga ada lagi rangkulan hangat yang biasanya aku rasain selepas beliau berbicara.

Assalamu'alaikum papah
bagaimana kabarmu disana? semoga Allah selalu melapangkan dan menerangi setiap sudut tempat tinggalmu kini ya pah..
maap teramat sangat, karena belum sempat menjenguk dan merapikan tempat tinggal papah..

pah,
untuk semua yang terjadi setelah papah pergi, yang seringkali mengharuskan anakmu menguras air matanya, semoga tidak membuatmu resah disana.. 
tidak usah terlalu khawatir, anakmu ini "strong woman" papah. :)

untuk setiap hadirmu didalam mimpi, untuk setiap senyummu yang meneguhkan anakmu kembali, arigatou papah.. 
percayalah, guru terhebat yang selalu mengajari anakmu pantang menyerah tak lain adalah papah.. :)

pah,
nasehat papah 2 hari lalu yang hadir lewat mimpi, memang benar.. mungkin anakmu belum benar-benar bisa belajar tentang ikhlas.. tapi kalau itu yang papah nasehatkan, anakmu akan benar-benar berusaha untuk belajar tentang ikhlas, seperti nasehat-nasehatmu yang lain, yang akan selalu anakmu pelajari dan jalani..

tenang disana ya pah.. anakmu sekarang sudah sembuh dan tidak lagi menghawatirkan bayangan tentang semua alat medis yang menakutkan. juga sebentar lagi akan menyelesaikan studi dan mewujudkan keinginan terbesar papah yaitu melihat anaknya wisuda. :)

bahagia disana ya pah.. walau berat, anakmu akan mencoba bersikap baik pada dia yang telah membawa mamah dan anak terakhirmu pergi. tapi itu bukan janji, hanya sedikit usaha. dan papah ga bisa untuk memaksa anakmu merubah itu menjadi sebuah janji. karena walau bagaimana pun, porsi cinta untuk papah dihati anakmu tidak akan pernah berubah. titik.

sampai jumpa dipertemuan terbaik kita kelak ya pah..
sayaaaaaaanggg papah.. :)
love you so much..